Semanis Gula, Segurih Kelapa

loading...

Tolong, Matikan Lampu Jauhmu Kawan!

Ilustrasi
GulaKlapa - Pernah merasakan silau terpapar lampu jauh kendaraan bermotor dijalanan? Bagaimana perasaan anda? 

Pastinya terganggu, kesal, juga marah, pengalaman yang satu ini mungkin bukan cuma saya yang merasakan, hampir setiap pengguna jalan raya (pengendara kendaraan bermotor) pasti pernah merasakan.  Saya mengalami hampir setiap pulang kerja.


Bagaimana tidak kesal, dengan keadaan lelah setelah seharian bekerja pada saat menggunakan kendaraan bermotor menuju ke rumah dari arah berlawanan seseorang yang tidak merasa bersalah menggunakan lampu jauh atau “High Beam”-nya yang terus-menerus. Dengan keadaan mata yang lelah, disorot oleh lampu yang terang. Apalagi kejadian itu tidak hanya sekali, tapi berulang-ulang bahkan yang melakukan tidak hanya 1 atau 2 orang bahkan lebih.

Kadang timbul pikiran dalam hati, orang ini lupa atau memang tidak tahu fungsi dari penggunaan lampu jarak jauh. Masak iya sih, beli kendaraan gak tahu fungsi setiap detil fitur dan perangkat yang ada. Atau jangan-jangan mereka cuma bisa beli kemudian bisa mengendarai tanpa mencoba mempelajari semua ragam perangkat yang ada di kendaraan yang mereka beli. Yang penting ngegasss...hehehe, kucing juga tau itu mah.

Karena masalah itulah, saya coba berbagi kegunaan dan fungsi dari lampu kendaraan bermotor, cekibrott bro:

Fungsi Head Lamp atau Lampu Utama
Lampu merupakan sumber penerangan namun dalam kondisi lain merupakan rambu bagi kendaraan lainnya. Lampu jadi bahasa komunikasi di jalan raya. Sehingga seyogyanya perlu memahami fungsinya dan tidak sembarangan menggunakannya. Fungsi sebagai rambu itulah yang membatasi kita dalam menggunakan lampu yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat diterima oleh pengguna jalan lainnya.


Lampu utama ini tugasnya untuk menerangi jalan. Makanya sinar lampu ini paling terang pada sebuah kendaraan. Pada unit ini terdapat lampu hi beam (lampu jauh) dan low beam (lampu dekat). Selain sebagai penerang utama di malam hari, cahaya yang dihasilkannya pun dipergunakan sebagai pemberi tanda pada kendaraan lain saat berjalan berpapasan dan tidak membahayakan pengguna jalan lain.


Menggunakan lampu yang benderang saat mengemudikan mobil di malam hari memang dibutuhkan. Apalagi bila sedang memanfaatkan lampu jauh (beam), bentangan jalanan di depan mata terasa nyata hingga detailnya. 

Tetapi, tidak demikian bagi kendaraan yang hendak berpapasan dengan kita. Akibat nyala benderang, silau pun bakal menyergap pengemudi dari arah berlawanan itu. Demikian pula yang kita alami bila pengemudi dari arah berlawanan melakukan hal serupa. Selain sangat menyiksa, kondisi ini sangat membahayakan, karena bisa saja kecelakaan tak dapat dihindari.

Arah sorotan lampu dekat membentuk sudut yang mengarah ke jalan. Sedangkan lampu jauh menyorot ke depan sejajar dengan jalanan sehingga dampaknya adalah silau bagi orang lain. Orang lain tidak hanya berarti pejalan kaki, namun juga pengguna kendaraan. Menyilaukan bagi lawan arah: tidak hanya bagi pengendara kendaraan bermotor lain, tetapi juga pejalan kaki. Menyilaukan bagi pengendara di depan, karena sorotan lampu jauh itu sangat menyilaukan di spion. Tentu mengganggu pengelihatan. Efek dari silau ini adalah kecelakaan. 

Jadi, kembali lagi pada diri kita,  bahwa semua hal pasti ada fungsi dan kegunaannya tak terkecuali juga dengan lampu kendaraan. Andai saja setiap orang memahami dan mengetahui secara benar fungsi dari lampu kendaraan, minimal kita sudah ikut menekan angka kecelakaan, dan secara tidak langsung kita ikut menjaga toleransi antar pengguna jalan raya.

Ingatlah, kita gak hidup sendiri bro, ada banyak orang lain disekitar kita yang juga berhak menikmati dan mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak mereka, yakni hak sesama pengguna jalan raya.


"Tetaplah tersenyum, karena senyum membuat semuanya begitu indah"

@KampoengSawah, SouthWest Bekasi

Sumber: Jip.co.id, Republika, Kaskus, Kompasiana, 
Foto by accmotor.blogspot.com

Back To Top